The new normal dalam sektor pariwisata
The new normal untuk sektor pariwisata
Apa itu new normal ?
new normal merupakan kehidupan yang akan dijalankan seperti biasa ditambah dengan protokoler kesehatan. New normal diusulkan sejalan dengan belum ditemukan vaksin atau penangkal virus corona.
"Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru, ketika pandemi, yang kemudian akan dibawa terus ke depannya sampai tertemukannya vaksin untuk Covid-19 ini,"
Pandemi virus Corona diyakini menjadi titik balik perubahan wisata dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Industri wisata pun wajib beradaptasi new normal, termasuk protokol kesehatan. Ketika perjalanan darat, laut, dan udara di seluruh dunia semakin dibatasi, sulit untuk membayangkan bangkitnya industri pariwisata jika pandemi virus corona COVID-19 usai.
Namun para ahli percaya bahwa industri pariwisata tiap negara masih bisa bangkit setelah pandemi, seperti saat setelah bencana alam atau musibah lainnya.
"Orang-orang masih ingin bepergian, tetapi mereka tentu akan jauh lebih berhati-hati," kata Adam Blake, seorang profesor ekonomi dan kepala penelitian di Departemen Pariwisata dan Perhotelan. Era normal baru membawa peran baru, jalan baru, dan ekspektasi di sektor pariwisata. Digitalisasi berkembang cepat di luar dugaan. Bisnis pariwisata harus beradaptasi terhadap kondisi yang baru serta mengatur kembali strategi model bisnis agar bisa bertahan di era normal baru, dengan menyesuaikan perkembangan teknologi.
Sejumlah negara telah merancang protokol baru setelah dunia diterpa virus Corona. Para analis mengatakan, promosi berbentuk diskon harga setelah masa pandemi corona bisa dengan mudah membuat jumlah turis kembali merangkak naik.
Berikut delapan hal yang mungkin terjadi pada industri pariwisata dunia setelah pandemi virus corona COVID-19 berlalu:
1. Tarif kapal pesiar bakal lebih murah, namun belum tentu mendatangkan peminat
sektor wisata kapal pesiar paling berdampak selama dan sesudah pandemi corona. Tantangan mereka setelah pandemi berlalu adalah dalam hal menarik pelanggan baru, yang telah banyak melihat berita mengenai kegentingan di kapal pesiar selama pandemi.
menyarankan perusahaan kapal pesiar membuat ruangan lebih luas dan membatasi jumlah penumpang, sehingga pelanggan baru bisa membuang jauh-jauh pikiran soal "penularan virus".
Mengurangi layanan makanan prasmanan dan lebih condong ke layanan a la carte juga bisa dilakukan, demi meningkatkan faktor kebersihan selama pesiar.
2. Kebersihan bakal lebih diutamakan
"Semua pengelola dan pekerja, baik itu di kapal pesiar atau hotel, harus mengubah cara mereka memantau kebersihan sekaligus lebih terbuka akan hal itu kepada tamu demi meningkatkan kenyamanan. Entah meletakkan hand-sanitizer di setiap sudut ruangan atau melakukan disinfektasi berkala, apapun caranya "pengelola dan pekerja wajib memberi tahu pelanggan, 'inilah yang kami lakukan untuk membuat Anda tetap aman,'
3. Tarif pesawat turun, penerbangan lebih sepi
Orang-orang juga bakal merasa lebih nyaman bepergian dengan pesawat yang sepi ketimbang yang penuh, "Jika ingin benar-benar bangkit, maskapai harus mau tetap terbang dengan kursi bagian tengah yang dikosongkan dan tarif yang lebih murah dari musim panas tahun lalu," katanya.
Beberapa operator penerbangan pada minggu lalu mengumumkan rencana untuk menghilangkan layanan makanan dan minuman serta kursi tengah demi memotong biaya dan mengurangi kontak langsung antar penumpang. Perjalanan internasional cenderung lebih lama bangkit setelah pandemi ini
4. Turis mungkin merasa lebih aman di hotel daripada hunian sewa
hotel mungkin bakal lebih laku ketimbang hunian sewa setelah pandemi berlalu, karena turis merasa pengecekan kebersihan di hotel lebih diutamakan. Oleh karena itu ia mengantisipasi dampak negatif dalam jangka pendek untuk hunian sewa seperti yang ditawarkan .